renang di malang moslem traveler travel blogger sandi iswahyudi
Ilustrasi (Kemarin saat ke kolam renang tidak mengambil gambar)

Bismillah,

Perjalanan, menjadikan seorang traveler sadar akan keberadaan Allah.

Perjalanan mengajarkan seorang moslem traveler berani mengambil sebuah keputusan di antara dua pilihan. Antara bertuhan pada manusia, atau tetap pada Tuhan yang Esa, yaitu Allah Azza wa Jalla.

Berikut, inilah kisah perjalanan saya kemarin, yang insyaa Allah penuh hikmah. Silakan disimak, semoga kita semua selalu diberi hidayah olehNya, agar tetap di jalan yang lurus ini, yaitu Islam.


Kisahnya berawal saat saya mengajak Faqih berenang pada Ahad (19/11). Gayung bersambut, teman sejak kuliah ini, menimpali dengan mengajak saya berenang di salah satu kolam daerah Malang.

Kemudian dia memberikan saya screen shoot artikel. Saya menyetujui saja.

Ahadnya, kami janjian bertemu di masjid yang berada di kawasan Museum Brawijaya, Kota Malang.

Setalah bertemu, Faqih langsung memacu sepedanya ke salah satu kolam renang.

Selama perjalanan, kami berbicang banyak hal. Mulai dari kabar masing-masing sampai pekerjaan.

Tiket 15rb hanya untuk membasahi badan saja dan pergulatan batin

Masuk kolam renang dengan membayar tiket Rp 15.000,- sayangnya saya gunakan hanya untuk membasahi badan saja

Harga tiket masuk sama dengan yang ada di blog, yaitu Rp 15.000,-. Kami membayar dan masuk. Saat itu pengunjung cukup ramai. Ada yang berdua, ada juga yang bersama keluarga.

Kami langsung berganti pakaian di kamar mandi. Saya memakai celana panjang, faqih celana pendek.

Selanjutnya saya memilih kolam renang yang ke dalamannya 1 meteran. Alasannya, saya belum pandai berenang. Lain halnya dengan Faqih, yang sudah pandai berenang.

Tanpa pikir panjang, saya langsung menceburkan diri dengan memakai celana panjang dan kaos, dengan memegangi besi di pinggir kolam.

Tanpa diduga, kami didekai oleh salah seorang petugas, dan memberi tahu kami.

BACA JUGA: Minum Es Tempo Dulu Pak Said Kota Batu Bersama Lebah dan Sepotong Kenangan

Jika di tempat ini, untuk laki-laki tidak boleh menggunakan kaos dan celana panjang. Dia memberi tahu saya, harus mencopot kaos, dan memakai celana pendek (renang). Jika tidak punya bisa menyewa dengan harga Rp 5.000,-.

Deg… Yap seperti jantung yang berhenti berdetak.

Saya kemudian yang posisi sudah setengah basah, segera keluar dari kolam renang. Kemudian diskusi ke Faqih.

Inti diskusinya.

Saya tidak setuju dengan keputusan pihak kolam yang tidak membolehkan pengunjung laki-laki memakai celana panjang dan kaos.

Alasan pertama, saya ingin tetap berenang dan menutupi aurat. Jika saya melakukan itu berarti aurat saya akan terlihat.

Kedua, saya belajar berenang kembali, setelah sekian lama tidak belajar. Dikarenakan Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, memerintahkan kepada umatnya, untuk melakukan olahraga sunnah yaitu, berjalan kaki, bergulat, berenang, berkuda dan memanah.

Lima olahraga yang dicontohkan oleh Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, yaitu: berjalan kaki, bergulat, berenang, berkuda, dan memanah.

Walaupun saya sudah membayar tiket dengan harga lumayan, saya akhirnya mengajak faqih untuk balik.

Saya memilih ini, sebab tidak mau menuhankan manusia. Jika saya tetap mengikuti saran dari pengelola, tentu saya dapat murka Allah Azza wa Jalla.

Alhamdulillah Faqih dengan tidak keberatan, mengajak saya ke tempat lain yaitu di Kolam Renang Jasdam Rampal Kota Malang.

Walau kata dia kolam renangnya kecil, tapi tak masalah bagi saya. Sebab di sana, saya bisa menggunakan celana panjang dan kaos.

Renang 5rb saja

Pengalaman kemarin mengingatkan saya tentang, hadist Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam:

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Alhamdulillah berikut kisahnya…

Saya ke kolam renang ini baru pertama kali. Sedangkan Faqih sudah beberapa kali. Kalau dari arah stasiun, lokasi kolam renang berada di sisi kanan Lapangan Rampal.

BACA JUGA: Panggilan yang Harus Dipatuhi Seorang Moslem Traveler

Saat kami ke sini, alhamdulillah kolam renangnya tidak begitu ramai. Ada anak-anak kecil yang sedang belajar renang, ada juga yang sedang menanti anaknya.

Kolam renang Jasdam Rampal Kota Malang, merupakan kolam renang yang berada di kawasan militer TNI AD. Sehingga renang di sini, kita bisa merasakan aura pelatihan pendidikan militer.

Saya dikasih tahu Faqih, jika renang di sini, kita bisa minta ajari sama ahlinya. Kayak kemarin yang saya lihat, ada dua anak lelaki belajar renang dengan didampingi seorang pelatih.

Saya melihat jadi bagaimana begitu, sudah besar tapi belum bisa berenang, haha.

Tapi tak perlu disesali, tidak ada batasan untuk belajar. Saya pun menepis keraguan-keraguan yang berkeliaran dipikiran. Kemudian mencari tempat yang pas untuk menaruh tas, ambil pakian dan ganti baju.

Tak lama setelah itu, saya turun ke kolam renang dan memilih yang ke dalamannya, 1 meteran, walau di kolam renang ini, ada yang 2 meteran.

Maklum belum bisa 😊. Saudara sendiri sudah bisa renangkan? Jika sudah alhamdulillah, jika belum yuk kita belajar.

Saya langsung minta arahan dari Faqih apa saja yang perlu saya lakukan jika ingin bisa berenang.

Faqih awalnya juga belajar dari temannya, terus dia biasakan, akhirnya alhamdulillah bisa lancar berenang.

Dia mengajarkan saya, bagaimana tenang dalam berenang, membuang rasa takut, melatih napas, mendobrak batas, dan terus mencoba.

Ya alhamdulillah, sekitar dua jam berenang, ada kemajuan yang saya dapatkan.

Tinggal saya biasakan diri dan tetap minta ajari pada mereka yang bisa berenang.

Hadiah dari Allah

Kemarin ada tiga hadiah/hikmah yang Allah tunjukkan. Ini membuka kesadaran saya bahwa, jika saya meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan ganti dengan yang lebih baik lagi.

Pertama, anak kecil lebih cepat bisa

Ada ungkapan, jika mengajari anak sejak kecil, seperti memahat pada sebuah batu.

Ungkapan itu terlihat, saat kemarin saya melihat anak-anak yang masih kecil, umur sekitar sekolah dasar, sudah pandai berenang.

Bahkan salah satu anak pandai berenang dengan beberapa gaya. Dia berenang di kolam yang ke dalamannya 2 meteran.

Masyaa Allah mantap.

Kalau saya? Hehe… tak perlu dijawablah ya.

Ini membuktikan, jika mendidik anak sejak kecil itu mudah masuknya ke memori anak.

Maka tak heran, jika kita tahu, banyak anak yang sejak kecil sudah hafal Alquran dan Hadist.

Luar biasa bukan?

HIKMAHNYA, esok saya harus menerapkan pendidikan sejak kecil pada anak.

Bahkan Islam mengajarkan sudah memberikan pendidikan sejak anak masih dalam kandungan.

Kedua, berenang menyembuhkan asma

Kemarin kami kenalan dengan Pak Ghofur. Beliau kata Faqih, rutin berenang di sini tiap Ahadnya.

Kemudian beliau bercerita, bahwa dengan rutin berenang asma beliau sembuh.

Alhamdulillah, inilah salah satu hikmah kenapa Rasulullah memerintahkan umatnya untuk membiasakan berenang.

Saya pun dari sini semakin yakin, jika semua hal yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya, pasti yang terbaik serta memiliki hikmah yang luar biasa.

HIKMAHNYA, tidak ada yang sia-sia pada sesuatu yang Allah dan RasulNya larang serta perintahkan. Sekarang tinggal kita, mau mengerjakan atau tidak.

Jika memang ingin selamat, sebaiknya tentu jawabannya, “Kami dengar dan kami taat.”

Ketiga, guru di mana saja

Rasulullah bersabda, “Hikmah adalah cahaya mukmin. Maka, semua kata yang menasehatimu, mengajakmu, dan mendorongmu kepada kebaikan serta menahanmu dari keburukan adalah hikmah.”

Ali bin Abu Thalib r.a mengatakan, “Barang siapa melihat pelajaran dalam musibah, maka ia telah mendapatkan hikmah.”

Maka bagi saya, guru adalah setiap orang yang mengajarkan hikmah.

Alhamdulilah kemarin saya mendapatkan hikmah di sini. Saya melihat anak-anak kecil sudah belajar berenang.

Kemudian saya tak segan untuk bertanya pada Pak Ghofur tentang berenang, orang yang baru saya kenal. Dari sini, saya dikasih tahu, gerakan kaki yang benar pada saat berenang itu seperti apa.

Alhamdulillah…

Teringat oleh perkataan guru saya, bahwa semua orang adalah guru.

HIKMAHNYA, ketika saya memprogram dalam diri, bahwa setiap orang adalah guru. Maka saya tak akan menutup diri untuk belajar, walau itu pada anak kecil sekalipun.

Ini menjadikan diri jauh dari sombong, dan menyadari bahwa kita memiliki banyak kekurangan.

Konklusi “Menuhankan Manusia atau Allah”

Teringat akan ceramah yang disampaikan oleh Ust. Zulkifli Muhammad Ali, Lc, berjudul Menjadi Ahli Tauhid di Akhir Zaman.

Lewat ceramah ini saya dapat poin yaitu, jika seseorang pada satu momen dibenturkan dengan perintah manusia dan Allah. Kemudian seseorang tersebut memilih manusia.

Berarti pada saat itu dia menuhankan manusia.

Astagfirullah, sepertinya diri ini sebelum mendengar ceramah beliau, tanpa sadar pada kondisi ini.

Semoga Allah mengampuni saya, dan saudara tidak melakukan hal semacam ini.


Traveling saya kemarin, alhamdulillah tak sekadar menghabiskan waktu dan berolahraga. Namun jalan untuk lebih mengenal sunnah-sunnah Rasululloh, menangkap hikmah Allah, serta belajar pada kehidupan.

Alhamdulillah…

Semoga esok, saya menjadi ahli dalam berenang, memanah, dan berkuda. Aamiin

Bagi saudara yang belum mencoba lima olahraga sunnah ini, yuk kita coba dan semoga bisa jadi kebiasaan ya. Aamiin

Tips berenang

Niatkan saat berenang, atau melakukan olahraga sunnah lainnya, untuk melestarikan dan mengikuti sunnah Rasululloh.

Insyaa Allah saudara akan dapatkan pahalanya, bukan hanya sebatas manfaat fisik. Sebab segala sesuatunya bergantung pada niat. Ingat, jangan lupa ya! ^_^

2 KOMENTAR

  1. Renang Alhamdulillah sudah bisa sejak sekolah dasar akh. Belajarnya langsung dikali, kedalemannya nyampe saru meter setengah, sering kelelep juga, masuk air lewat hidung, nelen air😂
    Alhamdulillah udah jarang banget renang karna gak ada baju renang gamis😢
    Btw ini sama aja kaya dulu awal hijrah, renang pake baju kaos panjang, kerudung. Disuruh pindah renang😂😂😆

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here