masjid raya bandung
Pesona Masjid Raya Bandung dengan rumput sintetisnya yang menarik banyak wisatawan

Melepas Rindu di Masjid Raya Bandung — Rindu? Pernahkah saudara rindu bukan pada orang namun pada tempat? Bagaimana caramu untuk menyampaikan rindu itu?

Alhamdulillah rinduku Kamis (28/9) kemarin terlampiaskan. Masjid Raya Bandung, adalah salah satu tempat di Bandung yang saya ingin kunjungi, apalagi dengan kemasan barunya yang sempat viral di media sosial tersebut.

Setelah turun dari Kereta Malabar, saya langsung mencari mushola di sekitar stasiun untuk melaksanakan sholat sambil bersantai sejenak.

Setelah tubuh kembali segar, Zenfone 3 yang telah lama menemani, saya keluarkan dari tas. Saya buka smartphone itu, aktifkan paket data, dan saya cari informasi tentang Masjid Raya Bandung di google.

Saya mendapatkannya, lokasinya dekat dengan beberapa museum. Saya cek di aplikasi gojek, untuk melihat berapa tarifnya. Ternyata tarifnya sekitar Rp 5.000,- saja jika pakai gopay.

Selanjutnya, saya mulai melangkahkan kaki keluar dari stasiun dengan melihat sekeliling. Alhamdulillah aku bisa menginjakkan kaki ke kota ini lagi.

Teringat akan batagornya yang enak dan keseruan bersama teman mengikuti kajian di Pondok Daarut Tauhiid, yang saat itu penceramahnya adalah Aa Gym.

Saat saya sudah sampai gerbang pintu masuk stasiun. Saya tak lagi berniat untuk pesan gojek. Tapi ingin jalan kaki sambil menikmati sudut Kota Bandung, mumpung masih pagi pikir saya 😊.

Smartphone saya ambil, dan segera membuka aplikasi google maps. Saya cek berapa jauh rute yang harus saya tempuh untuk sampai ke masjid. Ternyata, jaraknya lebih singkat daripada pakai gojek.

Saya hanya cukup menempuh jarak ± 1 Km. Setelah saya amati, ternyata yang membuatnya lama jika pakai transportasi adalah jalurnya banyak yang satu jalur saja.

Pantas saja, kalau pakai gojek bisa sampai 3 Km haha.

Jalanan saat itu cukup ramai. Ada yang sedang menikmati sarapan pagi, siap-siap membuka warung, atau bekerja.

Masjid Raya Bandung

Alhamdulillah kurang lebih perjalanan selama 20 menit, saya sampai di Masjid Raya Bandung. Masjid yang memiliki kemasan baru dengan rumput sintetisnya.

Kemudian di salah satu sisinya, terdapat pepohonan, dan tempat duduk. Melihat yang demikian nyaman rasanya.

Saya segera menitipkan sandal ke tempat yang telah tersedia. Kemudian duduk di teras masjid yang dingin, alhamdulillah, terobati perjalanan 20 menitnya.

Saya melihat sekitar, saya membuka laptop dan mengerjakan tugas. Setelah selesai, saya berkeliling ke halaman masjid dengan rumput sintetisnya. Terlihat mulai dari anak kecil sampai dewasa semua larut dalam kebahagiaan.

Ada yang sepak bola, ada juga yang bermain lempar bola. Dibeberapa sisi terlihat petugas keamanan berjaga-jaga.

Jika mau menikmati rumput sintetisnya ini, saudara harus mencopot sandal/sepatu yang saudara pakai.

Keren inovasi dari pemerintah Kota Bandung, lewat sentuhan ini warga semakin mudah untuk menemukan tempat yang membuat mereka bisa bersantai dan berbagi tawa.

Puas melihat dan memotret. Saya langsung masuk ke dalam masjid. Masjidnya besar, tempat untuk wudhu juga luas.

Terasnya dingin, pantas jika saat saya ke sini, ada beberapa orang yang tidur. Kemudian di area tengah masjid, terlihat ustadz sedang menyampaikan ceramah kepada jamaah dengan dominan wanita.

Saya di sini sampai sholat ashar, menanti tim Kelas BOS yang akan menjemput.

Alhamdulillah Allah Azza wa Jalla tidak memberikan rasa bosan dalam hati saya. Sehingga dari sebelum masuk sholat zuhur sampai setelah sholat asar, saya tidak bosan di masjid ini.

Mendamaikan, merindukan, dan nyaman untuk berlama-lama. Alhamdulillah.

Semoga masjid ini terus membawa kebaikan dan keberkahan bagi siapa saja yang telah membantu dan meramaikannya.

Semoga suatu saat nanti, saya bisa berkunjung kembali ke masjid ini.

Peta Lokasi Masjid Raya Bandung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here