coban-talun-wisata-kota-batu
Coban Talun dengan airnya yang segar dan jernih

Kembali Menikmati Wisata Alam Coban Talun, Kota Batu — Jika saudara sudah lama tinggal di Kota Batu, saudara akan merasakan terjadi perubahan cuaca yang drastis. Dari Kota Batu yang dikenal dingin, menjadi panas.

Namun dibeberapa lokasi, hawa dingin di siang hari masih bisa dirasakan.

Salah satu daerah yang masih terasa hawa dinginnya, bahkan menjelang sore hari sudah terasa adalah daerah kawasan Selecta, Coban Talun, hingga ke Taman Rekreasi Air Panas Cangar.

Maka jika saudara belum pernah ke Kota Batu atau tidak terbiasa dengan dingin, alangkah baiknya membawa jaket.

Adakalanya siang di Kota Batu dingin, adakalanya juga panas. Jadi sebaiknya siap-siap saja.

Perjalanan ke Wisata Alam, Coban Talun

Kemarin Rabu (23/8) saya kembali menyapa wisata alam, Coban Talun seorang diri. Wisata alam ini terletak di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Saat memasuki kawasan Sidomulyo, hawa dingin sudah mulai terasa. Saya ke Coban Talun menggunakan angkot (angkutan kota) berwarna orange.

Enaknya naik angkot, kita bisa membantu perekonomian warga, lebih dekat dengan warga sekitar, serta menikmati alam Kota Batu yang indah.

Saya bisa melihat berbagai macam bunga-bunga yang cantik berbagai ukuran ditata dengan rapi di pinggir jalan, hotel yang tampak gagah, dan gunung serta alam kota apel yang selalu merindukan.

Jika saudara pertama kali ke Kota Batu, saudara mungkin ingin mengabadikan momen berharga saat melewati jalur ini.

Beberapa menit kemudian saya turun di pertigaan yang itu merupakan pintu masuk ke Coban Talun. Saya membanyar Rp 6.000,-.

Dari sini, saya jalan kaki sekitar 1 Km lebih ke pintu masuk Coban Talun. Hawa dingin terasa saat saya berjalan kaki. Rata-rata warga disekitar sini memiliki pohon apel. Ada yang menanamnya di depan rumah. Ada juga yang di ladang.

Kalau saudara ingin cepat, atau tidak ingin jalan kaki. Saudara bisa minta antarkan angkotnya langsung ke pintu masuk Coban Talun. Tapi ya begitu, saudara harus tambah uang lagi.

Entah berapa biayanya. Mungkin nambah Rp 10.000,-, bisa kurang/lebih.

Wisata Alam Coban Talun

Coban Talun sekarang sudah mengalami banyak perubahan. Beda dari pertama kali saya ke sini dengan teman untuk meneliti tumbuhan paku.

Sekarang, ada Kampung Indian, terus taman bunga yang indah, sampai wahana selfie.

Kemarin saya tidak ke tempat-tempat ini. Selain karena harus bayar lagi, saya juga kurang minat.

Akhirnya saat membayar tiket masuk Rp 10.000,- saya langsung menuju ke air terjunnya.

Hal yang selalu dirindukan saat di alam, ada nyanyian burung-burung dan hewan lainnya yang saling bersahutan. Simfoni yang tak akan pernah membuat siapa pun bosan untuk menikmatinya.

Pemandangan ke air terjun disambut dengan pohon-pohon tinggi di kanan dan kiri. Menambah sejuk dan damai di hati.

Bayangkan jika tak ada pohon, pasti perjalanan akan membosankan dan tidak menantang. Apalagi posisi saya berjalan sendiri tanpa teman, hehe.

Sambil menikmati perjalanan tak lupa saya membuat vlognya.

Ya media vlog saya gunakan untuk belajar bicara, percaya diri dan tentu saja berbagi informasi ke warganet.

Perjalanan ke air terjun cukup lama, sekitar 20 menitan. Rutenya menurun. Jadi jika balik, siap-siap capek, hehe.

Sesampai di air terjun saya langsung cari tempat yang pas untuk mengabadikan pemandangan air terjunnya.

Di sini, saudara bisa membeli kopi/snack. Karena terdapat dua toko yang buka.

Jika akan sholat, di sini sudah disiapkan areanya.

Setelah puas menikmati pemandangan, saya langsung kembali ke atas dan memesan secangkir kopi.

Kopi dan alam yang indah memang pas untuk dinikmati. Sambil membiarkan tubuh ini terhempas angin sepoi-sepoi. Pikiran pun bebas menerobos masa depan.

“Aku akan mengelilingi Indonesia dan mengabadikannya. Insya Allah,” pikirku dalam hati.

Peta lokasi Wisata Alam Coban Talun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here