Pullman Jakarta Central Park Hotel jenggot traveler travel blogger indonesia
Pullman Jakarta Central Park Hotel di foto dari Jembatan Soho

Pullman Jakarta Central Park Hotel dengan Kamar Mandi Transparan dan Pesonanya – Ini pengalaman kedua kalinya saya menginap di hotel Pullman Jakarta Central Park. Sebetulnya baru pertama kali saya mengetahui kamar mandi hotel yang transparan. Kemudian pada bagian lutut sampai kaki kelihatan dan bagi yang memiliki postur tinggi, bagian leher-kepala juga akan kelihatan. Apalagi pintunya tidak bisa dikunci dari dalam. Soalnya pintu model geser.

Pullman Jakarta Central Park Hotel jenggot traveler travel blogger indonesia
Kamar mandi Pullman Jakarta Central Park Hotel

Coba deh lihat foto kamar mandinya, apakah menurutmu transparan? Kalau menurut beberapa teman blogger yang menginap di sini, ‘transparan.’ Biasanya pengalaman saya menginap di hotel-hotel sebelum di Pullman Jakarta Central Park Hotel, kamar mandinya tertutup, dan bisa dikunci dari dalam.

Kalau di sini, tidak. Agak horor sih, kalau misal tiba-tiba saat mandi atau buang air (besar/kecil) teman sekamar/orang buka. Aaaa… tapi alhamdulillah teman sekamar saya tidak seperti itu. Hehe… jadi amanlah.

Tapi jujur kondisi semacam ini kurang nyaman, bagi saya yang belum terbiasa. Entah, mungkin bagi saudara yang sudah terbiasa dengan kamar mandi semacam ini.

Bagaimana menurutmu?

Pesona dari dalam hotel Pullman

Walau kamar mandinya transparan dengan kelas yang saya tempati, hotel Pullman tetaplah memesona. Terlihat dengan review positif dari beberapa website travel: seperti Agoda, Tripadvisor, dan Traveloka.

Hotel Pullman letaknya strategis, dikelilingi dengan mal-mal di Central Park yang di dalamnya terdapat berbagai macam kafe. Jadi menginap di sini, tidak perlu bingung jika ingin cuci-cuci mata ke mal atau bersantai di kafe.

Kemarin saya di lantai 6 kamar 609. Di luar cendela bisa melihat pemandangan kota serta kolam renang. Pemandangan yang cukup indah, bisa menikmati lampu-lampu kota dari ketinggian. Saat memasuki waktu salat, adzan terdengar pelan dari sini.

Kemudian yang membuat saya suka dengan hotel ini. Hotelnya menyajikan seni. Saat saya memasuki loby hotel, saya langsung disapa dengan beberapa patung anak kecil dengan buah apel merah di kepalanya. Terus ada lukisan ukuran sedang, anak kecil yang membuka bajunya bertuliskan huruf S yang saya tahu itu tanda tokoh fiksi Superman.

Tidak di situ saja, saat akan menaiki lift, saya melihat ada beberapa patung orang dengan model seperti panjat tebing. Ada juga patung dan lukisan di beberapa sudut. Bahkan di kamar mandi pun juga terdapat lukisan ukuran kecil yang menceritakan tentang hotel Pullman.

Bagi yang suka seni seperti saya, dekorasi ruangan semacam ini memberi kesan tersendiri. Selain itu, hotel ini juga bukan tempat untuk bersantai saja, tapi juga terdapat tempat untuk rapat, mengadakan event besar, atau cocok juga untuk bertemu dengan klien.

Terus kalau soal menu makannya lengkap. Tersedia juga ruangan untuk mereka yang merokok.

Pesona dari luar hotel Pullman

Kalau di sana, jangan lupa foto di Jembatan Soho, bagus buat selfie.

Kemarin dapat rekomendasi dari teman yang sedang kerja di Jakarta, kalau di kawasan Pullman Central Park terdapat Jembatan Soho yang bagus untuk berfoto/selfie.

Pullman Jakarta Central Park Hotel jenggot traveler travel blogger indonesia
Saat sore lampu di Jembatan Soho dihidupkan

Saat saya baca di vemmedaily.com, ternyata nama keren jembatan ini, Eco Skywalk Jakarta, tapi biasa disebut dengan Jembatan Soho. Jembatan yang didesain sangat cantik, terlebih saat malam hari dengan lampunya yang gemerlap.

Maka setelah menaruh tas dan istirahat sebentar, saya, Bai dan Pandu menuju ke Mal Neo Soho dengan melewati jembatan ini, untuk mencari makan. Hehe. Maklum kami lapar, setelah melakukan perjalanan jauh. Ternyata jembatannya cantik, dari sini, bisa melihat pemandagan kota, taman, dan berfoto dengan gedung yang tinggi menjulang.

Awal perjalanan kami bingung mau makan apa. 😀 Sambil jalan-jalan cari tempat makan dengan harga yang ramah dikantong. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli ayam goreng plus minuman teh botel untuk tiga orang.

Alhamdulillah nikmat, bisa mengganjal perut, untuk acara nanti malam di hotel. Selesai makan, kami kembali melewati jembatan ini yang telah memasuki malam, ternyata memang lebih cantik lagi dengan lampu yang gemerlap.


Terakhir terima kasih ASUS telah memberi pengalaman di Pullman Jakarta Central Park Hotel selama 2x. Semoga bisa menikmati kembali suatu saat nanti. Selamat menikmati perjalanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here