lombok moslem traveler sandi iswahyudi travel blogger indonesia sandi iswahyudi
Perahu yang kami tumpangi untuk menyusuri empat gili di Pulau Lombok

Bismillah

Perjalanan memang selalu menyenangkan. Kata siapa? Tentu kata para pejalan yang berkomitmen menikmati apa pun yang terjadi. Panas, dingin, sejuk, tetap membuat seulas senyum.

Perjalanan mulus atau berlubang tetap nikmat, bagi seorang pejalan. Syaratnya, jika pejalan berkomitmen untuk fokus pada kebahagiaan daripada kesedihan.

Lewat cara ini perjalanan menjadi menyenangkan, serta banyak pelajaran yang bisa diambil.

Jika tidak fokus, pikiran bisa dihinggapi keduanya: bahagia dan sedih. Atau bahkan yang lebih buruk lagi yaitu kesedihan.

Oleh karena itu pejalan harus berpihak dan tegas dengan pilihannya. Sebenarnya tak ada pilihan lain selain bahagia terus.

Apakah bisa? Bisa! Tinggal percaya itu, lakukan program otak untuk bahagia terus, komitmen pada diri untuk berpikir, berkata, dan bersikap positif.

Ditambah dengan doa padaNya, agar selalu diberikan hidayah dan ke istiqomahan dalam berpikir dan bersikap.

Perjalanan ke Pulau Lombok mengajarkan saya kembali tentang berani bermimpi dan bergerak.

Melepas pengait ketidakpercayaan pada mimpi yang bersandar pada akal. Disandarkan kembali pada Allah. Semua mimpi yang menurut akal besar, akan kecil jika disandarkan pada Allah.

Berani bermimpi adalah salah satu bentuk cara yakin pada Allah. Jika saudara yakin bahwa Allah Maha Besar, bermimpilah.

Tentu bermimpilah untuk kebaikan banyak orang, dunia akhirat. Yakini mimpi itu, bawa di sajadah dan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Esok, saudara akan menyadarinya, betapa Maha Besarnya Allah mengambulkan mimpi-mimpi hambaNya.

Saudara akan dipertemukan dengan orang-orang yang akan menjadi perantara Allah mewujudkan mimpi-mimpi saudara.

Oleh karena itu, jangan pernah takut untuk bermimpi! Jika kita bermimpi, maka ada target yang akan diraih. Kita berjalan pun tahu mau mengarah ke mana. Kita pun juga semakin yakin sama Allah.

Terima kasih Lombok, engkau mengajarkanku tentang tanah air, keberanian untuk bermimpi, dan lukisan indah, Allah Azza wa Jalla. Semoga esok, ada kesempatan kaki ini melangkah menyusuri sudut-sudut Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here